Dengan Menyebut Nama Allah

"Aku berlindung dari terbolak-baliknya hati, dari kerasnya hati dan dari ilmu yang tidak manfaat"

Jumat, 28 September 2012

Yuk, Membuat Virgin Coconut Oil Sendiri


Jujur! Seumur-umur saya juga belum pernah bikin Virgin Coconut Oil (VCO) sendiri. Setidaknya saat saya bikin tulisan ini. Cuman saya kepingiiin sekali mencobanya mengingat manfaat dan khasiat VCO yang luar biasa itu. Nah, untuk sementara saya share aja dulu bagaimana cara bikinnya. Ini juga saya rangkum dari beberapa website. Teman-teman bisa mencobanya sendiri kalau mau. Saya juga nantinya akan mencobanya juga. Setelah itu evaluasi proses dan hasilnya akan saya share juga di sini.

Pada dasarnya ada 3 tahap pembuatan VCO:
  1. Membuat santan kelapa
  2. Mendiamkannya selama 1-2 hari agar terfermentasi
  3. Pemisahan VCO

Sebenarnya ada 1 tahap lagi yang juga tidak kalah penting sebelum pembuatan santan kelapa, yakni pengumpulan buah kelapa. Namun bagi orang yang hidup di perkotaan seperti saya, paling-paling saya tinggal cari gampangnya aja dengan membeli kelapa di pasar. Tidak mungkin kan saya memanjat sendiri pohon kelapa? Dan kalaupun saya bisa memanjat, tidak ada satu pun pohon kelapa di Surabaya yang bisa saya panjat, hehe...

Untuk memilih kelapa yang akan dibuat kelapa, pilihlah kelapa yang tua. Yang warnanya coklat tua. Kalau yang masih hijau, berarti masih kelapa muda. Yang itu enaknya dibuat es kelapa muda^-^. Setelah mendapatkan buah kelapa yang sudah tua, kita bisa mulai mengupas sabut kelapanya dan membelah batok kelapa hingga kita menjumpai daging buah kelapa yang akan menjadi bahan utama VCO kita.

1. Membuat santan kelapa
Untuk membuat santan, kita perlu blender. Seperti layaknya membuat jus buah, masukkan potongan-potongan daging kelapa dan campur dengan air ke dalam blender. Takarannya kira-kira 3 cangkir air dan 2 cangkir potongan daging kelapa. Lalu nyalakan blendernya.
kemudian saring hasil blender tersebut dengan menggunakan potongan kain yang kuat dan bersih. Dengan begini kita sudah mendapatkan santan yang kita perlukan.

2. Fermentasi alami
Letakkan santan dalam suatu wadah. Sebaiknya wadah stainless, tapi kalau tidak ada, wadah plastik juga tidak masalah. Diamkan saja selama 1-2 hari agar santan terfermentasi dengan bantuan ragi alami yang sering "hang out" di sekitar buah kelapa. Dalam hal ini memang butuh sedikit kesabaran karena di awal-awal mungkin minyak kelapa sudah terlihat tapi belum terpisah sempurna.
Di titik ini, larutan santan tadi bisa dipindahkan ke botol air mineral. Setelah beberapa jam, lapisan air dan minyak akan bisa kelihatan batasnya.

3. Memisahkan VCO
Nah, yang ini yang kelihatannya agak rumit. Namun sepertinya cara ini bisa dicoba. Jadi, setelah terlihat 2 lapisan minyak dan air yang terpisah, masukkan botol dalam freezer agar membeku. Jika sudah membeku, potong botol air mineral tersebut tepat pada perbatasan minyak dan air.

Tampaknya mudah ya? Yuk, mari kita sama-sama mencobanya dan lantas merasakan manfaat dari Virgin Coconut Oil.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam manis semanis gula ^-^

Kamis, 27 September 2012

8 Manfaat Virgin Coconut Oil


Memang tadinya minyak kelapa dianggap sebagai lemak jahat karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi. Namun pandangan ini mulai berubah manakala diketahui bahwa lemak jenuhnya minyak kelapa (terutama virgin coconut oil atau sering disebut vco) adalah asam lemak rantai sedang (bahasa bulenya medium-chain fatty acids). Nah, tubuh kita lebih bisa mentolerir asam lemak jenis ini ketimbang asam lemak rantai panjang yang kerap ditemukan dalam minyak goreng.

Minyak kelapa juga mengandung sejumlah senyawa penting yang baik untuk kesehatan. Cuman masalahnya, banyak produsen minyak kelapa menggunakan proses yang melibatkan temperatur tinggi, sehingga menghilangkan zat-zat yang bermanfaat dalam minyak kelapa.

Penelitian-penelitian mengenai minyak kelapa awalnya menyebutkan adanya efek negatif terhadap kadar kolesterol. Akan tetapi itu berlaku bagi minyak kelapa yang sudah mengalami proses hidrogenasi parsial. Kebalikan dengan virgin coconut oil yang malah menunjukkan dampak yang positif terhadap kesehatan.

Di bawah ini adalah 8 manfaat virgin coconut oill terhadap kesehatan, berdasarkan data-data penelitian:

1. Mendukung sistem imun.
Berkat kandungan antiviral, antifungal dan antibakterial dalam vco, ia dapat membantu tubuh berperang melawan penyakit.

2. Mendukung kesehatan kardiovaskular
Penelitian yang dilakukan di Kepulauan Cook, di mana penduduknya banyak mengkonsumsi minyak kelapa, ternyata memiliki kadar kolesterol dan kejadian serangan jantung yang lebih rendah ketimbang penduduk di New Zealand. Di New Zealand, penduduknya mengkonsumsi minyak kelapa dalam jumlah yang tidak sebanyak di Pulau Cook. Penelitian lain di Sri Lanka juga menemukan bahwa kejadian serangan jantung meningkat seiring dengan menurunnya konsumsi minyak kelapa.

3. Membantu menurunkan berat badan
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi vco tiap hari akan mengalamai pengurangan lemak yang cukup signifikan di bagian abdomen.

4. Membantu memerangi bakteri Staphylococcus
Jika dioleskan pada luka, vco dapat mencegah infeksi akibat berkembangnya koloni bakteri Staphylococcus aureus.

5. Membantu penyembuhan luka
Penelitian yang dilakukan pada tikus, menunjukkan bahwa luka yang diolesi vco dapat lebih cepat sembuh dan jaringan kolagen yang terbentuk lebih baik ketimbang sampel kontrol.

6. Mencegah Stretch Mark
Di Asia, minyak kelapa sudah dikenal untuk mencegah stretch mark karena kehamilan. Kalaupun toh sudah terlanjur memiliki stretch mark, minyak kelapa masih bisa membantu menghilangkan atau setidaknya mengurangi stretch mark.

7. Baik untuk Kesehatan Rambut
Minyak kelapa semenjak dulu memang sudah dikenal bagus untuk kesehatan rambut dan kulit kepala. Minyak kelapa membantu menguatkan tiap helai rambut dan membantu mengurangi hilangnya protein karena keramas.

8. Melancarkan Pencernaan
Minyak kelapa akan menjadi senjata bagi tubuh saat memerangi bakteri jahat dalam sistem pencernaan. Ia juga membantu proses penyerapan nutrisi oleh sel-sel tubuh.

Artikel Terkait: Membuat VCO di Rumah

Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam manis semanis gula ^-^ 

sumber: www.healthdiaries.com


Selasa, 25 September 2012

Apa itu Karbohidrat?


Saya masih ingat sebuah iklan di radio swasta, tentang seorang wanita yang bertanya pada si tukang masak; apa menu yang akan disajikan pada hari itu. Lantas si tukang masak menjelaskan menu-menu yang akan disajikan pada hari itu. Mulai dari mi goreng, bakwan sampai nasi goreng. Kemudian si nyonya memprotes karena semua lauk yang disebutkan adalah karbo alias Karbohidrat. Mendengar siaran iklan tersebut, dalam benak saya lantas bertanya-tanya, salah apa si Karbo ini sampai-sampai harus dihindari? Benarkah karbohidrat adalah momok bagi mereka yang menjaga keseimbangan metabolisme? atau bagi mereka yang ingin mengurangi berat badan? Nah, supaya tidak jadi misleading, yuk kita berkenalan lebih dekat dengan Karbohidrat.

Karbohidrat sebaiknya tidak sepenuhnya dihindari, karena karbohidrat adalah sumber energi yang ideal untuk tubuh kita. Soalnya, karbohidrat lebih mudah untuk terkonversi menjadi glukosa (baca: energi) dibanding protein atau lemak.

Bagaimana Karbohidrat Memberikan Energi?
Jadi begini, saat karbohidrat masuk ke pencernaan, mereka akan dikonversi menjadi glukosa. Glukosa ini akan ditransportasikan ke seantero bagian tubuh lewat aliran darah (makanya disebut juga gula darah). Glukosa ini bagaikan "bahan bakar" bagi sel-sel tubuh. Oleh karena itu kita memperoleh energi untuk bergerak dan berpikir. Proses penyerapan glukosa oleh sel tubuh diatur oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas.

Bagaimana jika suatu waktu kita sedang santai atau tidur hingga tidak membutuhkan energi. Saat itu, karena tubuh masih belum membutuhkan glukosa, maka ia akan tersimpan di liver dan otot sebagai glikogen sampai suatu saat dibutuhkan untuk dikonversikan lagi menjadi energi. Proses ini dibantu oleh glucagon, hormon yang juga diproduksi oleh pankreas yang bertugas untuk mengkonversi kembali glikogen menjadi glukosa.

Karbohidrat Sederhana dan Karbohidrat Kompleks
Dulu, sebelum mengenal istilah Indeks Glikemik dan Muatan Glikemik, para ahli nutrisi membagi karbohidrat menjadi karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Hal ini digunakan sebagai panduan untuk memilih jenis karbohidrat yang baik bagi tubuh.

Karbohidrat Sederhana
Kita mengenal karbohidrat sederhana sebagai "gula" yang ada dalam 2 bentuk; alami dan non alami. Gula alami adalah gula yang ditemukan di buah atau sayuran. 


Sedangkan gula non alami adalah gula yang ditemukan di:
- biskuit, cake atau pastries
- coklat
- madu dan selai
- jelly
- gula putih maupun gula coklat
- pizza
- makanan siap saji dan saus
- soft drink
- permen dan snack bar
Salah satu "kejelekan" karbohidrat sederhana adalah bisa menyebabkan kerusakan gigi.

Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks kita kenal sebagai makanan bertepung atau berpati (bahasa bulenya starchy). Seperti saudaranya si karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks juga hadir dalam 2 bentuk; alami dan non alami.
Karbohidrat kompleks alami bisa ditemukan di:
- pisang
- barley
- kacang-kacangan
- beras merah
- oat
- kentang
- ketela dan singkong
- jagung manis
- cereal
- roti "wholemeal"
- tepung "wholemeal"
- pasta "wholemeal"
Sedangkan karbohidrat kompleks dalam bentuk non alami adalah yang ada di:
- biskuit, cake atau pastry.
- pizza
- produk cereal untuk sarapan yang bergula
- roti putih
- tepung putih
- pasta putih
- beras putih

Mekanisme Konversi Energi Dari Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana

Metabolisme gula darah dalam tubuh adalah suatu siklus yang melibatkan reaksi glukosa, insulin dan glucagon.
- Semakin lambat penyerapan glukosa dan pelepasan hormon, maka kadar energi yang dihasilkan akan semakin stabil dan lebih tahan lama.
- Semakin cepat glukosa yang masuk dalam aliran darah, semakin cepat pula ia menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan menyebabkan kadar energi dalam tubuh menjadi kurang stabil.

Karbohidrat sederhana, sesuai namanya, karena punya struktur molekul yang simple, gula sederhana mudah terpecah menjadi glukosa dan terkonversi menjadi energi segera setelah mengkonsumsinya.

Berbeda dengan karbohidrat kompleks yang butuh waktu lebih lama untuk terpecah menjadi glukosa. Oleh karenanya karbohidrat kompleks menjamin proses pelepasan energi yang lebih lambat dan lebih tahan lama ketimbang karbohidrat sederhana. Dan sebaik-baiknya karbohidrat kompleks adalah karbohidrat kompleks alami karena selain berperan sebagai penyedia energi yang lebih tahan lama, dia juga berperan besar untuk mengontrol selera makan.

Dalam memilih karbohidrat yang paling baik untuk tubuh, ada baiknya juga mempertimbangkan Indeks Glikemik-Muatan Glikemik selain melihat sederhana-kompleksnya karbohidrat. Jika karbohidrat kompleks-sederhana melihat dari sisi penyediaan energi, Indeks Glikemik-Muatan Glikemik melihat dari sisi seberapa cepat ia menimbulkan kenaikan kadar gula darah.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam manis semanis gula ^-^

Minggu, 23 September 2012

Sudah Normalkah Kadar Gula Darah Anda?


Apakah Anda seseorang yang punya masalah dengan gula darah?
Apakah Anda sesorang yang telah terdiagnosa pre-diabetes atau diabetes tipe 2?
Atau apakah Anda seseorang dengan kadar gula darah yang sangat terkontrol?

Menurut saya, apapun kondisi Anda sekarang, hukumnya adalah wajib untuk memahami beberapa hal tentang kadar gula darah, berapa kadar gula darah yang aman dan apakah efek tingginya gula darah terhadap tubuh kita. Kenapa wajib? Karena ini berkaitan dengan masalah hidup dan mati. Hehehe...lebay ya?

Dalam hal ini, ijinkan saya memperkenalkan bintang utamanya: Glukosa dan Insulin.

Glukosa akan masuk melalui aliran darah karena kita mengkonsumsi karbohidrat. Tentang mekanisme bagaimana bisa dari karbohidrat yang kita makan menjadi glukosa dalam darah kita bahas di artikel yang lain ya. Yang pasti tubuh kita perlu mendapat asupan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Energi untuk bergerak dan berpikir.

Sedangkan bintang utama yang kedua, yakni Insulin, mempunyai peran penting dalam pengendalian kadar gula dalam aliran darah. Caranya dengan mengatur proses penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Insulin sendiri diproduksi oleh pankreas. Makanya, jika ada masalah dengan pabrik insulin (baca: pankreas) sehingga ia gagal memproduksi insulin, kemungkinan besar orang yang bersangkutan akan mempunyai masalah dengan kadar gula darahnya. Kondisi inilah yang dikenal diabetes tipe 1.

Bagaimana jika kondisinya demikian? Pabriknya baik-baik saja, insulin pun tetap diproduksi secara normal, namun si empunya tubuh tidak bisa merespon terhadap keberadaan insulin? Nah, hal ini juga mungkin terjadi dan mengakibatkan kenaikan kadar gula darah. Inilah yang dikenal dengan dibetes tipe 2 (resistansi insulin).

Kadar gula darah dalam tubuh tidak pernah konstan. Naik turun bervariasi tergantung dari banyak faktor; seperti bagaimana kita beraktivitas sehari-hari, makanan yang kita konsumsi dan jam berapa sampel darah itu diambil.

Kadar gula darah akan mencapai titik terendah saat kita bangun tidur di pagi hari dan akan mulai naik saat kita mulai mengunyah dan menelan makanan.

Pertanyaan berikutnya yang mungkin bisa muncul adalah, berapa sih kadar gula darah normal? Jawabannya ada 2 macam.

Gula darah puasa normal adalah antara 70-100 mg/dL.
Gula darah acak normal adalah di bawah 140 mg/dL.

Jika kita tidak makan sama sekali, kadar gula darah kita akan turun hingga di bawah standard. Ini tentu saja membahayakan karena bisa berakibat serius. Seseorang dengan kadar gula yang terlalu rendah hingga di bawah 70 mg/dL sudah dikatakan mengalami hipoglikemia.

Namun terkdang, ada kalanya level gula darah kita mencapai 160 mg/dL walaupun kita tidak terdiagnosa diabetes. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena kadar gula darah memang sudah sewajarnya naik turun sepanjang hari. Naik jika makan sesuatu atau mengalami stress dan turun jika kita santai atau berolah raga.

Nah trus kapan dong paniknya? Anda baru mulai boleh panik manakala kadar gula darah Anda mencapai 200 mg/dL. Lakukan 2C  segera jika mengalami hal ini, yakni: Check and Consult. Cek sekali lagi kadar gula darah Anda dan segera konsultasikan ke dokter.

Mengapa harus panik? Karena gula darah yang terlalu tinggi bisa menyebabkankita terkena diabetes. Sebenarnya bukan diabetes itu sendiri yang ditakutkan, melainkan komplikasinya, antara lain:
- Gangguan saraf
- Kebutaan
- Kerusakan ginjal
- Kegagalan jantung
- Penyakit kardiovaskular
- Tekanan darah tinggi dan stroke
- Amputasi

Nah, sekarang mari kita jaga kadar gula darah kita agar selalu dalam ambang batas normal. Karena kita tidak ingin menyesal di kemudian hari bukan?

Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam manis semanis gula^-^

Kamis, 20 September 2012

Dampak Buruk Produksi Gula Kelapa, Benarkah?


Benarkah produksi gula dari nira kelapa membawa dampak buruk bagi produksi kelapa itu sendiri?
Benarkah produksi gula kelapa menyebabkan berkurangnya produksi kelapa, sehingga berkurang juga produksi minyak kelapa, tepung kelapa dan kelapa kering?
Benarkah produksi gula kelapa malah menyengsarakan petani karena tidak terlalu bernilai secara ekonomis?

Seiring dengan mulai merebaknya pamor gula dari nira kelapa, memang ada rumor-rumor, yang entah disengaja atau tidak, tersebar lewat internet. Sebenarnya saya tidak mengajak pembaca untuk percaya atau tidak percaya terhadap berita tersebut. Saya hanya ingin pembaca mencari lebih jauh fakta-fakta yang ada dan membuat penilaian sendiri.

Sebelum melangkah lebih jauh membahas rumor-rumor tersebut, mari kita lihat lagi bagaimana sih gula kelapa itu diproduksi:
- Petani nira (penderes) akan memanjat pohonkelapa, yang terkadang tingginya bisa mencapai puluhan meter.
- Di puncak pohon kelapa, petani akan menemui tangkai-tangkai bunga kelapa. Bentuknya seperti bunga-bunga kecil yang tersusun dalam tangkai. Bunga-bunga ini nantinya, jika mengalami pembuahan, akan tumbuh menjadi buah kelapa.
- Lantas penderes akan mengikat susunan bunga-bunga tersebut menjadi ikatan-ikatan, lalu menyayat ujung tangkai bunga.
- Di bawah luka bekas sayatan inilah, penderes akan meletakkan wadah-wadah bambu untuk menampung nira yang menetes melalui bekas sayatan tersebut.
- Nira murni yang terkumpul lantas secepat mungkin dipanaskan untuk mencegah terjadinya fermentasi.

Rumor No. 1. Berkurangnya Produksi Buah Kelapa
Tidak salah memang, jika bunga-bunga yang dilukai dengan tujuan mengeluarkan nira akan mencegah terjadinya pembuahan menjadi kelapa. Namun faktanya, sebuah pohon kelapa memiliki banyak tangkai bunga. Para petani bebas menentukan apakah akan membiarkan bunganya berbuah atau menyayat semuanya untuk diambil niranya atau kombinasi dari keduanya. Ya betul, mengkombinasikan pembuahan dan pengambilan nira dari satu pohon kelapa adalah bukan hal yang mustahil.
Dengan begini, pengambilan nira bukanlah menjadi alasan berkurangnya produksi buah kelapa. 
Pengambilan Nira Kelapa dan Pembuahan Kelapa Sekaligus Dalam Satu Pohon

Rumor No. 2. Produksi Gula Kelapa Merugikan Petani Karena tidak Punya Nilai Ekonomis yang Tinggi.
Fakta: petani kelapa adalah salah satu jenis petani dengan penghasilan yang sangat rendah. Jika beruntung, petani kelapa bisa menjual Rp.900-1000/buah pada tengkulak. Tengkulak inilah yang lantas menjual kelapa pada industri pengolahan kelapa dengan harga yang sangat tinggi. Akhirnya, situasi ini menempatkan petani kelapa terus berada dalam kemiskinan.
Lain lagi ceritanya jika petani kelapa juga mengambil nira bunga kelapa. Dengan mengolah nira menjadi gula, petani dapat menaikkan nilai ekonomis nira kelapa. Dengan begini, penghasilan petani kelapa dimungkinkan bisa naik hingga 50%. (www.bigtreefarms.com).

Rumor No. 3. Terjadi Ketidakseimbangan Ekonomi Akibat Peralihan Petani Kelapa Menjadi Penderes Nira Kelapa.
Untuk yang satu ini, yang saya dapat adalah kondisi di Filipina. Faktanya adalah; di sana minyak kelapa merupakan salah satu komoditas eksport utama. Jadi, pemerintah Filipina tidak akan melakukan perubahan secara radikal ke arah produksi nira kelapa. Hanya kurang dari 10% dari keseluruhan perkebunan kelapa di Filipina yang didedikasikan untuk produksi nira. Sayangnya saya belum menemukan informasi bagaimana situasinya di Indonesia. Kalau menemukan datanya akan segera saya update deh ^-^.

Kembali ke rumor-rumor yang saya sebut di atas tadi, saya tidak ingin menyimpulkan apa-apa. Silahkan pembaca mengambil kesimpulan sendiri apakah benar keberadaan penderes nira untuk diolah menjadi gula kelapa mengancam keberadaan buah kelapa sebagai bahan baku minyak kelapa, kelapa kering maupun tepung kelapa.
Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam manis semanis gula ^-^

Senin, 17 September 2012

Muatan Glikemik (Glycemic Load)


Muatan Glikemik atau yang oleh orang bule biasa dibilang Glycemic Load, adalah adik dari Indeks Glikemik (Glycemic Index). Indeks Glikemik sendiri lahir pada tahun 1981 dari rahim 2 orang peneliti di Universitas Toronto; Dr Thomas Wolever dan Dr David Jenkins. Kelemahan dari Indeks Glikemik ini adalah dia tidak memperhitungkan kandungan karbohidrat dari masing-masing makanan.

Indeks Glikemik "hanya" mengukur bagaimana pengaruh 25-50 gram karbohidrat menaikkan level gula darah. Di lain pihak, masing-masing makanan memiliki kandungan karbohidrat yang berbeda-beda (dalam takaran saji yang sama). Oleh karena itulah, para peneliti dari Harvard menciptakan Muatan Glikemik, yakni suatu bilangan numerik yang turut memperhitungkan kandungan karbohidrat dalam tiap-tiap takaran saji bahan makanan.

Pada dasarnya, tujuan diciptakannya Muatan Glikemik ini tidak jauh berbeda dengan Indeks Glikemik. Ya namanya saja saudara kandung, mereka berdua punya maksud yang sama, yakni untuk mengukur seberapa besar pengaruh karbohidrat suatu bahan makanan terhadap kenaikan kadar gula darah. Namun, karena lahirnya belakangan, Muatan Glikemik tampaknya menjanjikan sebuah manfaat lebih ketimbang kakaknya si Indeks Glikemik. Itu karena, Muatan Glikemik mengikutsertakan kandungan karbohidrat dalam tiap makanan per takaran sajinya.

Memangnya mengapa sih harus memperhitungkan kandungan karbohidrat? Karena dalam beberapa kasus, Indeks Glikemik bisa-bisa menjadi jebakan. Gampangannya begini, tahu buah semangka kan? Nah, semangka memiliki Indeks Glikemik yang tinggi. Namun dalam takaran normal, semangka tidak mengandung banyak karbohidrat (karena dia mengandung banyak air kan?), sehingga nilai Muatan Glikemiknya rendah dan pengaruh glikemiknya juga rendah. Kalau hanya berpatokan pada Indeks Glikemik, bisa-bisa si semangka ini akan dihindari habis-habisan oleh penderita diabetes atau orang-orang yang sedang menurunkan berat badannya.

Nah itulah sebabnya, Muatan Glikemik bisa menjadi patokan yang jauh lebih fleksibel ketimbang Indeks Glikemik. Saat Indeks Glikemik hanya mengacu pada jenis bahan makanan, Muatan Glikemik juga mengacu pada takaran saji, porsi sekali makan, bahkan porsi makan untuk sehari.

Memang sih, makanan yang Muatan Glikemiknya rendah hampir selalu memiliki Indeks Glikemik yang juga rendah. Namun makanan yang Muatan Glikemiknya sedang sampai tinggi bisa jadi memiliki Indeks Glikemik yang sangat rendah hingga sangat tinggi.

Oya, suatu bahan makanan dikatakan memiliki Muatan Glikemik rendah jika nilainya kurang dari 10, dikatakan sedang jika Muatan Glikemiknya 11-19, dan dikatakan tinggi jika lebih dari 20.

Lantas bagaimana sih cara menghitung Muatan Glikemik? Kita kembali lagi ke contoh semangka yang tadi ya. Indeks Glikemik Semangka adalah 72 (cukup tinggi ya?). Nah, setelah dihitung dalam setiap 100 gram sajian semangka, ternyata hanya mengandung 5 gram karbohidrat saja. Jadi Muatan Glikemiknya menjadi 5 x 72 / 100 = 3.6 (tergolong rendah kan?). Dengan cara perhitungan yang sama, maka bahan makanan dengan Indeks Glikemik 100 namun hanya mengandung 10 gram karbohidrat akan memiliki Muatan Glikemik 10 (10x100/100=10). Sebaliknya, bahan makanan dengan Indeks Glikemik hanya 10 namun mengandung 100 gram karbohidrat akan juga memiliki Muatan Glikemik 10 (100x10/100=10).

Baiklah, untuk lebih jelasnya, rumus perhitungan Muatan Glikemik adalah: Muatan Glikemik = Kandungan karbohidrat dalam 100 gram takaran saji x Indeks Glikemik/100.

Ngomong-ngomong, tahu Tortilla kan?, kalau belum pernah makan, minimal pernah dengar lah ya. Makanan berbahan dasar jagung ini memiliki Indeks Glikemik 52 (yang berarti tergolong rendah), namun dia punya kadar karbohidrat 48 gram tiap 100 gram sajian, maka Muatan Glikemiknya menjadi 48x52/100=24.96 (tergolong tinggi). Ini semakin memperkuat fakta bahwa menjadikan Indeks Glikemik sebagai satu-satunya acuan dalam memilih diet adalah masih kurang.

Untuk Muatan Glikemik berbagai jenis makanan yang lain, teman-teman bisa search sendiri di google. Sebenarnya saya pernah menjanjikan untuk memposting list bahan makanan beserta Indeks Glikemiknya di blog ini, tapi saya menemukan cara yang lebih mudah karena sudah ada orang yang melakukan hal itu lebih dulu. Teman-teman bisa kunjungi website ini: http://www.mendosa.com/gilists.htm untuk mendapatkan daftar dari hampir 2500 bahan makanan beserta Indeks Glikemik dan Muatan Glikemiknya.

Semoga bermanfaat.

Salam manis semanis gula ^-^

Minggu, 16 September 2012

Mengenal Indeks Glikemik (Glycemic Index)



Berbicara tentang gula tidak bisa tidak dikaitkan dengan karbohidrat. Nah, berbicara tentang karbohidrat, tidak bisa tidak dihubungkan dengan Indeks Glikemik (Glycemic Index). Pertanyaannya adalah, apaan tuh Indeks Glikemik?
Sebelum Indeks Glikemik menjadi sepopuler sekarang, tadinya para ahli hanya membagi karbohidrat menjadi dua golongan, yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Yang mana, karbohidrat kompleks dianggap lebih baik bagi kesehatan. Namun, sejalan berjalannya waktu dan banyaknya bukti-bukti pendukung, ternyata menggolongkan karbohidrat ke dalam golongan kompleks dan sederhana saja tidak cukup. Kalau boleh dihipotesakan, tidak selamanya karbohidrat kompleks selalu lebih baik ketimbang karbohidrat sederhana.
Ternyata ada faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan dalam memilih karbohidrat untuk dikonsumsi, yakni bagaimana efeknya terhadap kenaikan kadargula darah.
Di sinilah peranan Indeks Glikemik yang menunjukkan bagaimana tubuh merespon dengan kenaikan kadar gula darah setelah mengkonsumsi sejumlah karbohidrat tertentu.
Karena keterkaitannya yang sedemikian erat dengan kenaikan kadar gula darah, Indeks Glikemik banyak digunakan untuk membantu pasien diabetes mengatur asupan karbohidratnya. Namun belakangan Indeks Glikemik juga dipakai untuk mengatur pola makan orang yang ingin mengatur berat badannya.

Apakah Indeks Glikemik?
Kadar gula darah akan meningkat tiap kali tubuh mengkonsumsi karbohidrat. Namun peningkatannya tidak sama untuk tiap-tiap jenis karbohidrat. Contohnya; segelas jus jeruk manis akan menaikkan gula darah lebih cepat ketimbang semangkuk oatmeal. Oatmeal membutuhkan waktu lebih lama untuk menaikkan gula darah karena tipe karbohidrat dan jumlah kandungan seratnya.
Nah, Indeks Glikemik adalah skala numerik yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat makanan dapat menaikkan kadar gula darah dalam tubuh. Semakin tinggi nilai Indeks Glikemik, maka semakin cepatlah makanan tersebut termetabolisme.

Apakah Saja Yang Mempengaruhi Indeks Glikemik?
- Proses pengolahan makanan. Cereal yang telah diolah memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi ketimbang indeks glikemik biji-bijian aslinya.
- Kematangan buah. Pisang yang belum matang memiliki indeks glikemik 43, sementara pisang yang terlalu matang memiliki indeks glikemik 74.
- Kandungan protein. kedelai memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada jenis kacang-kacangan lain.
- Kandungan lemak. Kacang tanah memiliki indeks glikemik sangat rendah.
- Kansungan serat. Jus jeruk ber-indeks glikemik lebih tinggi daripada jeruk.
- Ukuran partikel. Biji-bijian utuh biasanya ber-indeks glikemik rendah, namun jika dihaluskan menjadi tepung akan menaikkan indeks glikemiknya.

Jadi Indeks Glikemik itu Yang Bagus Yang Tinggi Atau yang rendah?
Kebanyakan, tapi tidak semua, makanan dengan indeks glikemik yang rendah cenderung lebih menyehatkan, kaya nutrisi, sedikit mengalami pemrosesan dan kaya serat. Contohnya; buah dan sayuran segar, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Kapankah Indeks Glikemik dikatakan rendah?
Indeks Glikemik dikatakan rendah jika nilainya kurang dari 55. Dikatakan sedang jika nilainya antara 56-69. Dan dikatakan tinggi jika lebih dari 70.

Bagaimana mungkin makanan dengan indeks Glikemik rendah membantu mengurangi berat badan?
Makanan dengan indeks glikemik yang rendah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terpecah menjadi glukosa dan membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Sementara, makanan ber-indeks glikemik tinggi akan lebih cepat termetabolisme, sehingga menyebabkan kita menjadi lebih cepat lapar.
Dalam sebuah penelitiannya, dr Ludwig dari Children's Hospital Boston menerangkan bahwa makanan ber-indeks glikemik rendah dapat mengurangi rasa lapar pada remaja laki-laki yang mengalami obesitas.

Kekurangan dari Indeks Glikemik adalah dia hanya menggunakan basis jumlah standard karbohidrat yang kita konsumsi dalam sekali makan (50 grams). Contohnya saja wortel yang memiliki Indeks Glikemik tinggi. Namun untuk mencapai jumlah 50 gram wortel, kita harus mengkonsumsi setidaknya 4 cangkir wortel cincang. Oleh karenanya, muncullan konsep Muatan Glikemik (GlycemicLoad) yang memperhitungkan ukuran saji.

Tentang Muatan Glikemik akan saya posting di artikel berikutnya yaaa....

Semoga sedikit penjelasan di atas bisa bermanfaat untuk lebih memahami Indeks Glikemik. Mengenai makanan apa saja yang tergolong ber-Indeks Glikemik rendah atau tinggi juga akan saya posting di artikel berikutnya.

Salam manis semanis gula ^-^

Rabu, 12 September 2012

Mengapa Memilih Gula Kelapa?


Sempat saya baca di beberapa blog dan website; gula kelapa diklaim sebagai salah satu pemanis alami terbaik (One of the best natural sweetener). Ada juga yang mengatakan sebagai pemanis alami yang sempurna...dengan apa adanya (Nature's Perfect Sweetener....With Nothing to Hide).

Wow, sampai segitunya kah pesona gula kelapa? Tadinya saya ngga begitu saja percaya sampai menganggap tulisan-tulisan itu lebay. Tapi setelah, membaca beberapa artikel lagi dan lagi, saya jadi mulai percaya bahwa kata-kata yang mengelu-elukan gula kelapa di atas tidak berlebihan.

Gula Kelapa memang layak menjadi primadona karena beberapa alasan:

1. Indeks Glikemik rendah.
Indeks glikemik menggambarkan seberapa cepat karbohidrat terkonversi menjadi glukosa dalam darah. Jika respon kenaikan kadar gula darah setelah kita mengkonsumsi karbohidrat tertentu tinggi, berarti karbohidrat tersebut memiliki indeks glikemik yang tinggi. Mungkin tidak akan menjadi masalah jika terjadinya hanya sesekali. Namun jika keseringan mengkonsumsi karbohidrat yang berindeks glikemik tinggi secara terus menerus, akibatnya adalah meningkatnya resiko terkena resistensi terhadap insulin dan selanjutnya diabetes type 2.
Indeks Glikemik dikatakan:
  • Rendah jika kurang dari 55
  • Sedang jika berada antara 56-69
  • Tinggi jika lebih dari 70
Gula kelapa cair memiliki Indeks glikemik 35. Mari kita dibandingkan dengan pemanis yang lain; Indeks glikemik gula tebu 68, madu 55 dan agave 42.
Mengkonsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik rendah diperlukan bagi mereka dengan diabetes mellitus (diabetes type 2). Di samping itu, bagus juga untuk mengontrol berat badan sehingga bisa mencegah kelebihan berat badan dan obesitas.

2. Kaya kandungan mineral.
Tubuh kita tidak bisa tidak butuh mineral untuk berbagai macam hal; pertumbuhan tulang dan otot, produksi sel, perkembangan mental, sistem imun dan regulasi enzim. Karena tubuh tidak bisa memproduksi mineral, mau tidak mau mineral harus masuk melalui makanan yang dikonsumsi.
Gula kelapa mengandung berbagai mineral seperti kalsium, magnesium,seng, potassium, zat besi, fosfor dan lain-lain.
Secara detail, berikut ini fungsi-fungsi mineral dalam tubuh;
  • Kalsium: penting untuk kekuatan tulang dan gigi, untuk pertumbuhan otot.
  • Magnesium: penting untuk aktivitas enzim.
  • Seng: disebut juga “mineral pintar” karena dibutuhkan untuk perkembangan mental dan kesehatan organ reproduksi.
  • Zat besi: penting untuk kesehatan sel darah, jika kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan mental dan kekebalan tubuh.
  • Kalium: membantu penanganan tekanan darah tinggi
  • Fosfor: dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, fungsi ginjal dan pertumbuhan sel.

3. Mengandung Vitamin B-kompleks esensial.
Zat penyusun vitamin B kompleks yang banyak ditemukan dalam nira kelapa adalah Inositol. Memang sih, tubuh tidak memerlukan inosital dalam jumlah banyak. Hanya sedikit saja inositol yang dibutuhkan agar tubuh kita bisa berfungsi baik dan tetap sehat. Apa sajakah manfaat inositol bagi tubuh?
  • Inositol punya peranan penting dalam proses transmisi saraf.
  • Dia juga punya fungsi penting dalam pengaturan aktivitas enzim.
  • Inositol menciptakan efek tenang (calming effect).
  • Inositol juga dikenal sebagai pengurang kolesterol darah dan mencegah pengerasan arteri.
  • Inositol penting untuk pertumbuhan rambut.
  • Inositol juga sangat bermanfaat untuk penyakit alzheimer, autis dan schizophrenia.

4. Mengandung 16 jenis asam amino
Asam amino adalah zat yang sangat penting untuk pembentukan protein, sedangkan tidak dipungkiri lagi bahwa tubuh kita butuh protein untuk pertumbuhan serta perbaikan sel dan jaringan tubuh.
Kandungan asam amino yang paling tinggi dalam nira kelapa adalah glutamine. Nah, dalam proses metabolisme tubuh, glutamine ini punya keterlibatan yang paling banyak ketimbang asam amino lainnya.
  • Glutamine menjaga keseimbangan asam basa tubuh.
  • Glutamine juga merupakan dasar dari balok pembangung RNA dan DNA.
  • Glutamine mengurangi keinginan mengkonsumsi gula, sehingga sangat bermanfaat untuk mereka yang ingin mengurangi berat badan.
  • Glutamine juga dikenal sebagai "makanan otak" alami karena dia bisa meningkatkan kapasitas mental. Karena fungsinya yang satu inilah, maka glutamine sering digunakan dalam penanganan pasien depresi, kelelahan, kecanduan alkohol, epilepsi, keterbelakangan mental dan shizophrenia.

Karena manfaat dan nilai tambahnya terhadap kesehatan yang sedemikian inilah, maka tidak heran jika di luar negeri sana gula kelapa mulai menjadi buah bibir. Terutama pada mereka-mereka yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kelangsungan metabolisme dalam tubuh. Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam manis semanis gula ^-^

Selasa, 11 September 2012

Pabrik Gula Mini dan Sirup Gula Kelapa


Adalah Pabrik Gula Mini di sebuah desa di Kabupaten Jombang yang mengolah nira (atau nektar) kelapa menjadi sirup gula kelapa yang punya nilai ekonomis tinggi.
Lokasi persisnya adalah di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Pabrik Gula Mini ini dipunyai (baca: didesain dan dibuat) oleh Bapak Slamet Sulaiman, seorang insinyur Teknik Mesin jebolan ITS.
Di pabrik gula mini inilah, Pak Slamet mengolah sekitar 2000 liter nira kelapa menjadi sirup gula kelapa cair.
Nira kelapa sebagai bahan baku utama didatangkan dari Blitar, sebuah kota kabupaten yang berjarak kurang lebih 3 jam perjalanan dari lokasi pabrik. Memang tidak bisa dibilang dekat, tapi di Blitar terdapat potensi nira kelapa yang berlimpah. Sehingga Pak Slamet memutuskan untuk memanfaatkan potensi tersebut sebagai sumber bahan baku utama di pabrik gula mininya.
Namanya saja pabrik (meskipun mini), tentunya pengolahan nira kelapa menjadi gula akan berbeda dengan pembuatan gula kelapasecara tradisional. Jika pembuatan gula kelapa tradisional menggunakan wajan terbuka berukuran super jumbo serta api yang suhunya dikira-kira saja, pabrik gula mini menggunakan sistem pemasakan secara tertutup. Bahasa teknis untuk wajan berpenutup (closed pan) ini adalah Vacuum Evaporator Double Effect (VEDE). Cuma, walau saya menggunakan istilah "wajan", jangan dibayangkan bentuknya seperti "wajan" pada umumnya ya.

VEDE

Dengan VEDE, temperatur pemasakan lebih terkontrol. Dijaga pada suhu sekitar 60 C, sudah cukup untuk menguapkan kandungan air dalam nira. Hasilnya, nira yang tadinya berkadar gula 10-15% akan menjadi sirup gula kelapa dengan kadar gula 75%.
Dengan bantuan VEDE, 2000 liter nira kelapa akan menjadi bahan baku dari produk utama pabrik gula mini ini: 350 liter sirup gula kelapa cair (hitung sendiri konversinya ya). Mengenai penampilannya? Hmmm, so pasti jernih, cantik dan menarik. Ini disebabkan karena suhu pemasakan yang relatif rendah. Suhu yang rendah menghindarkan terjadinya gula gosong (karamel), makanya warna produk akhirnya pun menjadi lebih jernih.

Gula kelapa ex Pabrik Gula Mini vs ex Negara Lain

Dengan kapasitas desain 500 liter nira kelapa/jam, Pak Slamet tidak lupa memperhitungkan efisiensi bahan bakarnya. Inilah satu lagi sisi unik desain pria kelahiran Jombang tahun 1952 yang bergelut di bidang pergulaan semenjak bergabung dengan PTP beberapa dekade yang lalu (walau sekarang sudah tidak lagi).
Pak Slamet memilih energi biomassa sebagai bahan bakar utama di pabrik gula mininya. Aneka limbah pertanian semacam sekam padi, tongkol jagung, kayu-kayu ranting pohon, ampas tebu, sabut dan batok kelapa, dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa. Alasannya ada dua: aplikasi sumber energi terbarukan dan pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah ruah.
Untuk kepentingan ini, ada satu alat lagi yang menyuplai energi ke VEDE, yakni sejenis reaktor dengan teknologi Biomass Gassification. Sistem ini menjamin sebuah penghematan energi jika dibanding dengan tungku-tungku tradisional.
Begitulah singkat cerita tentang Pak Slamet dan Pabrik Gula Mini-nya. Semoga bermanfaat.

Salam Manis Semanis Gula ^-^

Senin, 10 September 2012

Produksi Gula Kelapa Tradisional


Bagi saya, istilah gula kelapa adalah hal baru. Sedari kecil, hanya ada dua jenis gula yang saya tahu; gula pasir dan gula merah. Saya terbilang terlambat mengetahui keberadaan istilah gula kelapa ini. Karena ternyata, ribuan tahun sebelum saya maupun orang tua saya lahir, gula kelapa telah dipakai sebagai pemanis tradisional di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Ya, karena di belahan dunia inilah terdapat banyak sekali pohon kelapa. Dalam hal ini, Indonesia mestinya berbangga karena merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia selain Filipina.

Di beberapa negara, semisal di Thailand, orang menyebut gula kelapa dengan gula palem. Padahal, dari segi rasa, tekstur dan cara pembuatan kedua jenis gula ini agak berbeda. Dari bahan bakunya saja juga sudah berbeda, walaupun sama-sama berasal dari keluarga palem-paleman. Gula palem dibuat dari nira pohon palem jenis Palmyra (Borassus flabellifer) atau Aren (Arenga pinnata), sedangkan bahan baku gula kelapa berasal dari nira pohon kelapa jenis Cocos nucifera.
Coco Nucifera
                                   
Secara tradisional, proses pembuatan gula kelapa ini cukup sederhana. Secara garis besar, prosesnya terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama: pengumpulan nira dan tahap kedua: penguapan air. Petani akan membuat sayatan di bagian tandan bunga kelapa dan nira akan mengalir melalui sayatan tersebut. 
Proses Penyadapan Nira Kelapa

Nira yang keluar kemudian dikumpulkan dalam wadah-wadah bambu. Lantas, nira tersebut dijadikan satu dalam panci raksasa dan dipanaskan di atas api sedang untuk menguapkan kadar airnya. Nira murni berwarna transparan dan memiliki kandungan 80% kadar air. Saat airnya menguap, nira akan berubah menjadi kental seperti sirup. Dari bentuk inilah kemudian gula kelapa dikemas dalam berbagai jenis tampilan. Ada yang dicetak, dikristalkan, dibuat seperti semacam pasta atau dibiarkan saja dalam bentuk aslinya (sirup).
"Memasak" Gula Kelapa Tradisional

Naa, begitulah gambaran umum proses pembuatan gula secara tradisional dari nira pohon kelapa. Dalam beberapa artikel yang saya baca, selain menggunakan istilah nira, kata “nektar” sering juga digunakan untuk menyebut bahan baku gula kelapa ini.

Selanjutnya; mengapa sih repot-repot memakai gula kelapa, toh selama ini kita sudah punya gula pasir (gula tebu) sebagai bahan pemanis? Rasa gula kelapa pun juga mungkin bisa tak sama dengan gula yang selama ini kita kenal, lantas bagaimana gula kelapa bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari? Belum tentu rasa gula kelapa bisa dengan mudah cocok dengan selera kita yang sudah terbiasa dengan gula tebu, bukan? Dan yang paling penting lagi, apa untungnya mengkonsumsi gula kelapa dibanding dengan gulapasir biasa?

Saya akan membahasnya di artikel-artikel berikutnya. Kalau pembaca tidak sabar, silahkan minta pertolongan google untuk menemukan jawaban atas pertanyaan di atas. Ada banyak kok web dan blog yang membahas masalah gula kelapa. Sebab, sejak kurang lebih 2-3 tahun yang lalu, pemakaian gula kelapa di negara-negara maju mulai marak diperkenalkan sebagai pemanis alternatif. Selamat mencari.

Salam Manis Semanis Gula ^-^

Jumat, 07 September 2012

Sekilas Tentang Blog "Coconut Syrup"


Ada dua pertanyaan yang mungkin muncul di benak pembaca tentang blog “Coconut Syrup”. (saya ge er aja, padahal bisa jadi ngga ada yang tanya).
Pertama, mengapa “Coconut Syrup” dan bukan “Coconut Sugar”?
Kedua, mengapa blog “Coconut Syrup” berbahasa Indonesia?
Jawaban untuk pertanyaan pertama adalah murni intuisi dan spontanitas. Selama ini dengan cara itulah saya memutuskan nama-nama blog yang pernah saya buat. Baru belakangan saya memutar otak mencari-cari alasan mengapa nama itu yang saya pilih. Baiklah, jadi ini alasannya, kata “syrup” saya pilih agar pengunjung langsung ngeh bahwa produk kami nantinya berbentuk sirup alias cair alias liquid. Berbeda dengan kata "gula" yang bisa memunculkan visualisasi dalam beragam penampilan, mulai dari gula pasir, gula halus, gula batu atau gula blok. Sedang kata “coconut” saya pakai karena sirup kami ini berasal dari tanaman kelapa. Cuma saat ini, produk ini masih aman bersemayam dalam rahim ibundanya. Masih menunggu waktu sampai masa kelahirannya tiba ^-^. Meanwhile, semoga artikel-artikel tentang kesehatan, utamanya mengenai diabetes, yang ada di blog ini bisa sedikit menjadi pelipur rasa penasaran (bagi yang penasaran).
Jawaban untuk pertanyaan kedua sudah jelas, saya ingin pengunjung (baca: calon pembeli) kami adalah orang-orang Indonesia atau minimal orang yang mengerti bahasa Indonesia. Kami ingin produk kami juga bisa dinikmati oleh penduduk lokal, selain juga oleh konsumen mancanegara (seperti yang sudah-sudah). 
Naa, mungkin pertanyaan ketiga muncul; mengapa judulnya pakai bahasa Inggris? Jawaban saya simpel; biar keren (dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap bahasa Indonesia). Hehehe....
Blog “Coconut Syrup” ini punya saudara yang bernama “Diabetes Denken”. Naa, kalau yang terakhir ini berbahasa Inggris. Yang sama dari kedua blog ini adalah isi dan temanya, cuman bahasa pengantar dan tujuan penciptaannya saja yang berbeda.
Ah tapi mengenai judul blog atau bahasa blog atau atau tema blog atau tujuan penciptaan blog bukanlah sebuah masalah berarti. Yang penting sekarang, Anda, disengaja atau tidak, sudah ada di sini. Jadi mumpung di sini, selamat menikmati "Coconut Syrup". Semoga bermanfaat.

Salam Manis Semanis Gula ^-^